Langkah Menghadapi Tantangan

langkah menghadapi tantanganhai sahabat bloger apa kabar? setelah posting beberapa hari lalu tentang “Kesiapan Menghadapi Tantangan” bagaimana sudah siapkah menghadapi tantangan yang ada? saya harap kita semua dapat melewati setiap tantangan yang ada yaa, amin.

nahi sekarang saya mau berbagi tips tentang langkah-langkah menghadapi tantangan

kalian penasaran?

1. jangan panik. terkadang kita suka panik dan tidak terkendali ketika dihadapkan suatu masalah, padahal sifat seperti ini sangat tidak baik dan tidak menyelesaikan masalah. Sifat seperti ini juga bisa membuat kalian stres, loh menakutkan sekali bukan?

2. menerima kenyataan. semua orang pasti tidak mau mendapatkan masalah, namun masalah tidak dapat dihindari jadi terima kenyataan dengan menghadapi masalah tersebut. Sekali kita menghindari masalah atau tantangan hidup maka berkali lipat juga tantangan yang datang

3. berfikir positif. setelah kita dapat menerima kenyataaan tentang tantangan atau masalah yang datang pada kita, kita harus selalu berfikir bahwa tantangan ada untuk kita hadapi dan selalu ada jalan keluar yang terbaik untuk kita.

4. lakukan yang terbaik. untuk menghadapi suatu tantangan kita harus selalu melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang terbaik pula, kalian pasti mau kan mendapatkan hasil maksimal disetiap pekerjaan  atau tantangan yang kalian hadapi ?

nah itu beberapa langkah untuk menghadapi tantangan lalu seberapa siapkah kalian ntuk menghadapi tantangan?

Iklan

Kesiapan Menghadapi Tantangan

Hai sahabat bloger, bagaimana keadaanya? Sedang bahagia kah? Atau sedang dipusingkan dengan tantangan hidup? Wah pas banget nih kali ini saya berbagi cerita tentang Kesiapan Menghadapi tantangan.

beliberi.co.idtourismnews.co.idwww.republika.co.id

Setiap orang sepanjang siklus hidupnya selalu dihadapkan dengan tantangan, anak kecil, orang dewasa, orang sehat bahkan orang gila sekalipun pasti memiliki tantangan hidup. Tantangan itu bermacam-macam contohnya kita sebagai mahasiswa memiliki tantangan mengerjakan tugas dengan deadline yang sudah mepet, presentasi, praktikum atau tugas lainya atau kalian pernah mendengar tentang AFTA ( Asean Free Trade Area )? Sering disebut  pasar bebas Asean yang merupakan tantangan bagi perekonomian bangsa Indonesia di tahun 2015. Lalu bagaimana cara kita menghadapi tantangan?

Hidup merupakan tantangan harus senantiasa kita lewati, jadi solusinya kita harus memiliki mental “Kesiapan Menghadapi Tantangan” atau dikenal dengan istilah Adversity Quotient (AQ),

Adversity Quotient adalah kemampuan seseorang menghadapi, memahami, dan mengatasi berbagai tantangan hidup atau dalam arti lain kecerdasan yang dimiliki seseorang ketika dihadapi kesulitan atau hambatan dan bagaimana kemampuan bertahan  orang tersebut ketika ada  kesulitan dan tantangan hidup yang menghampirinya.

Sedangkan menurut Stoltz (2000:8) dalam bukunya,  seseorang yang sukses dalam hidupnya, dipengaruhi salah satu faktor utama yaitu  memiliki kecerdasan dalam Adversity Quotient (AQ). Menurut Stoltz (1997), definisi Adversity Quotient dapat dilihat dalam tiga bentuk yaitu :

  1. Adversity Quotient adalah suatu konsep kerangka kerja guna memahami dan meningkatkan semua segi  dari kesuksesan.
  2. Adversity Quotient adalah suatu pengukuran tentang bagaimana seseorang berespon terhadap kesulitan.
  3. Adversity Quotient merupakan alat yang didasarkan pada pengetahuan sains untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam berespon terhadap kesulitan.

Pernahkah kalian ketika dihadapi suatu tantangan atau masalah kemudian merasa bingung untuk mengambil keputusan yang harus kita ambil? Nah ini ada beberapa tipe orang ketika dihadapi suatu masalah menurut Stoltz:.

1. Quitter (yang menyerah)

  1. www.eh.com.my

Tipe quitter disebut dengan istilah yang sering kita dengar “menyerah sebelum berperang”.  Ciri-ciri tipe ini mudah putus asa, menyerah, selalu beranggapan dirinya tidak mampu, ketika dihadapkan dalam sebuah tantangan bahkan sebelum mencoba menghadapinya. Kepribadian seperti ini menyebabkan peluang atau kesempatan yang ada dihadapanya selalu dianggap sebagai masalah.

Contoh: mahasiswa A mendapat tawaran beasiswa kuliah ke luar negeri, karena ia khawatir  dan takut karena keterbatasan bahasa dan jarak yang jauh dari keluarga, ia menolak tawaran tersebut.

  1. Camper (berkemah ditengah perjalanan)

www.lombok-giliislands.com

Ciri-ciri  tipe sebenarnya sudah dapat menghadapi masalah dan tantangan yang ada, namun hanya berani menyelesaikan tantangan yang bersifat “aman” padahal dia memiliki potensi untuk menyelesaikan tantangan tersebut. Tipe ini juga sangat mudah puas sehingga sering berhenti sebelumnya mencapai  puncak kesusksesan yang sesungguhnya.

Contoh: Seorang pengusaha kain dengan penghasilan 100 juta perbulan, ketika mendapat pesanan 1000 kain ia tidak menerima pesanan tersebut semuanya namun hanya setengah dari pesanan tersebut karena ia takut tidak dapat menyelesaikanya.

3.Climber (pendaki yang mencapai puncak)

akarlangit.tumblr.com

Tipe climber memiliki pemikiran bahwa hidup adalah perjuangan, memiliki ciri tidak mudah putus asa, tidak mudah merasa puas, tidak mempedulikan apa resiko, keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki, namun ia selalu mengatasi apapun masalah yang ada dihadapanya hingga dapat mencapai puncak kesuksesan.

Contoh: Pelajar C merupakan juara umum di sekolahnya, namun ia tetap rendah diri dan terus belajar dengan giat hingga akhirnya ia menyandang sebagai siswa teladan se-Indonesia.

Gimana nih apakah kalian sudah termasuk tipe climber? Atau kalian masih dalam tahap camper bahkan quiter? Tenang saja jangan panik, Stolz dalam bukunya yang berjudul Adversity Quotient, ia menawarkan beberapa prinsip untuk memeperbaiki Adversity Quotient, salah satunya disebut dengan istilah “LEAD”

Apa itu LEAD? Merupakan singkatan dari:

  1. Listening, dengarkan setiap informasi atau masukan yang datang, tidak hanya mendengarkan namun kita juga harus memahami setiap informasi atau masalah yang ada
  2. Explore, kita memiliki banyak potensi yang terkadang belum kita sadari. Oleh karena itu dengan adanya tantangan kita dituntut untuk mengexplore kemampuan dan potensi kita yang kita miliki
  3. Analize, jangan terburu-buru dan panic berusahalah bersikap tenag ketika dihadapkan suatu tantangan kita harus mampu menganalisa masalah yang datang sehingga kita tidak kebingungan untuk bertindak bagaimana ketika masalah datang
  4. Do, lakukan jangan takut akan kegagalan karena lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali

30doyourbest

 Jalan terbaik ketika kita dihadapkan suatu tantangan yaitu kita  harus menghadapinya bukan sebaliknya, menghindari.  Karena ketika kita menghindari suatu masalah maka akan muncul masalah lainnya.

Adversity Quotient  memiliki empat dimensi, merupakan bagian dari sikap seseorang ketika dihadapkan oleh suatu masalah. Dimensi-dimensi tersebut, yaitu :

  1. C = Control
    Menjelaskan bagaimana kendali seseorang ketika dihadapkan suatu masalah.
  2. Or = Origin
    Menjelaskan tentang bagaimana sudut pandang seseorang ketika melihat sumber masalah yang ada.

Ow = Ownership
Menjelaskan bagaimana seseorang mengakui atau menyadari akibat dari masalah yang timbul.

  1. R = Reach
    Menjelaskan tentang bagaimana suatu masalah yang muncul dapat berakibat pada segi-segi hidup yang lain dari orang tersebut.
  2. E = Endurance
    Menjelaskan tentang bagaimana seseorang memandang jangka waktu berlangsungnya masalah yang muncul.

1968-semua-masalah-pasti-ada-jalan-keluarnya

Wah gimana nih, kalian ingin bisa melalui setiap tantangan yang ada atau tidak? Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Charles Handy, ia mengungkapkan bahwa salah satu faktor orang menjadi sukses yaitu memiliki kemampuan dalam menghadapi setiap tantangan.

Lebih jelasnya berikut hasil penelitian Charles Handy, ia melakukan penelitian pada orang sukses di Iggris dan ia menyimpulkan bahwa orang sukses memiliki tiga karakter yang sama, yaitu :

  1. Berdedikasi tinggi terhadap yang tengah dijalankannya, seperti komitmen, passion, kecintaan dan selalu berambisi melakukan yang terbaik.
  2. Memiliki determinasi. Kemauan dan berniat untuk mencapai tujuan,  optimis, selalu bekerja keras, tidak mudah putus asa,  dan senantiasa mengerahkan segala kemampuan yang ada pada dirinya hingga ia dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
  3. Selalu berbeda dengan orang lain. Orang sukses memakai jalan, cara atau sistem bekerja yang berbeda dengan orang pada umumnya sehingga dapat mencapai kesuksesan lebih cepat dari orang lain.

www.kaskus.co.id

Kesimpulan dari penelitian tersebut yaitu orang sukses adalah orang yang dapat mengatasi setiap tantangan yang ada dan cerdas dalam menghadapi tantangan tersebut.

Nah saya mau berbagi tips tentang kesiapan menghadapi tantangan disebut dengan 3B:

  1. Melihat setiap tantangan sebagai peluang. Selalu berfikiran possitif dan lakukan yang terbaik.
  2. Doa bisa membuat kita nyaman dan tenang karena kita yakin disetiap kegagalan Allah akan selalu disamping kita.
  3. Kalau kita gagal berarti itu adalah saatnya kita untuk berusaha lagi dan berjuang jangan mudah menyerah ingat tokoh dunia, Albert Einstein pencipta bola lampu yang berhasil membuat bola lampu setelah ribuan kegagalan.

wpid-orang-bodoh-tapi-sukses-albert-einstein

Yang terakhir, ingat kesuksesaan hanya datang pada orang yang mampu menghadapi tantangan dan terus berjuang. Jadi  apakah kalian kalian ingin sukses? Hanya satu kunci hadapi semua tantangan yang ada karena kalian mampu!

Referensi:

Stolz, Paul D. 2003. Advesity Quotient : Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. Diterjemahkan oleh: T.Hermaya. Jakarta: Grasindo.

Adipradana, Herliansyah.. 9 Maret 2014. Indonesia Menghadapi AFTA 2015. Diperoleh 20 November 2014 dari http://m.kompasiana.com/post/read/638142/3/indonesia-menghadapi-afta-2015.html

no name. 19 September 2014. Advesity Quotient. Diperoleh 22 November 2014 dari http://www.informasi-training.com/adversity-quotient-kecerdasan-mengidentifikasikan-masalah-menanggulangi-masalah-serta-mengambil-keputusan-secara-baik-dan-benar